Senin, 22 Juni 2015

Profesi – Profesi Di bidang Teknologi Informasi


1.      IT Specialist
Profesi IT specialist atau IT engineer mungkin merupakan profesi yang agak jarang terdengar. Tetapi tanpa disadari, beberapa professional yang merasa bekerja sebagai system support, network engineer ataupun system administrator dapat digolongkan sebagai IT specialist. IT Specialist umumnya dipekerjakan di perusahaan-perusahaan yang core bisnisnya bukan IT. Tugas utamanya adalah merekomendasikan solusi IT terbaik untuk meningkatkan efisiensi dan performa bisnis perusahaan baik dalam hal hardware, jaringan maupun software. Kalau anda merasa pekerjaan ini mirip konsultan IT, mamang benar, IT specialist bekerja sebagai konsultan IT tetapi lebih cenderung kearah hardware dan jaringan, walaupun pengetahuan tentang software aplikasi server seperti operating system, mail server, proxy, anti virus server,  firewall, enterprise portal dll sangat diperlukan dalam mendukung tugas-tugasnya.
Job Description :
·                  Mendesain dan membangun sistem komputerisasi terutama dalam hal implementasi software, hardware dan jaringan.
·                  Memberikan solusi terbaik dalam hal pemilihan dan implementasi teknologi baik hardware maupun software.
Keahlian yang Diperlukan :
·                  Memahami konsep dan desain infrastruktur jaringan dan troubleshooting-nya
·                  Menguasai network operating system dan aplikasi-aplikasi yang dapat diimplementasikan dalam organisasi.
·                  Memiliki pengetahuan yang luas mengenai software, hardware dan jaringan komputer.
·                  Menguasai secara teknis dan praktis mengenai keamanan jaringan / system
Latar Belakang :
Teknik komputer, Teknik elektro (pemusatan studi komputer atau telekomunikasi), Manajemen Informatika.
2.      Hardware Engineer
Profesi hardware engineer sering kali “overlapping” dengan teknik elektro terutama dengan profesi electronics engineer dan control / automation engineer. Di dunia kerja akan lebih banyak ditemukan tenaga-tenaga ahli yang berlatar belakang teknik elektro dibandingkan dengan teknik komputer. Sebenarnya lingkup kerja masing-masing bidang sudah ditentukan. hardware engineer yang berlatar belakang teknik komputer tugasnya cenderung berhubungan dengan desain dan optimasi arsitektur komputer atau mikroprosesor/mikrokontroler pada khususnya.
Job Description :
·                  Mendesain dan membangun interface antara komputer dengan peralatan-peralatan lain
·                  Membangun software yang mengontrol interface (biasanya menggunakan bahasa C)
·                  Mendesain dan membangun solusi menggunakan embedded sistem / mikrokontroler
·                  Membangun software untuk menjalankan mikrokontroler (biasanya menggunakan bahasa assembly)
·                  Testing hardware.
Keahlian yang Diperlukan :
·                  Memahami rangkaian elektronika dan rancang bangun rangkaian digital serta komponennya
·                  Meguasai arsitektur komputer dan cara kerja mikroprosesor / mikrokontroler
·                  Meguasai rancang bangun computer interfacing
·                  Memahami algoritma dan pemprograman
·                  Menguasai bahasa pemprograman Assembly dan atau C/C++
·                  Menguasai prinsip kerja komunikasi data baik secara parallel, serial (COM/USB), Wireles serta teknik pemprogramannya.
Latar Belakang:
Teknik komputer, Teknik elektro (pemusatan studi komputer).
3.      Network Engineer
Profesi network engineer adalah salah satu profesi yang cukup diminati karena salah satu profesi IT dengan panghasilan yang lumayan. Jenjang karir profesi ini cukup jelas dan umumnya IT management dijabat oleh orang-orang yang berlatar belakang profesi ini (berdasarkan pengamatan saya..). Profesional di bidang ini umumnya memegang sertifikat CCNA, CCNP ataupun CCIE. Dengan memegang sertifikat ini, skill mereka dapat diakui secara internasional dan lebih memudahkan dalam memperoleh pekerjaan di negeri seberang. Network engineer biasanya dipekerjakan di provider-provider jaringan atau perusahaan multi nasional dan atau yang berskala enterprise.
     Job Description :
·                  Mendesain dan membangun infrastruktur jaringan baik LAN maupun WAN
·                  Memberikan solusi terbaik dalam hal infrastruktur jaringan baik dalam hal peralatan yang digunakan, efisiensi, reliability, security dan aspek-aspek lain yang terkait
·                  Memastikan suatu infrastruktur jaringan computer dapat berfungsi dengan baik.
·                  Keahlian yang Diperlukan :
·                  Menguasai konsep dasar mengenai jaringan seperti topologi, protokol-protokol komunikasi, standar-standar networking, media komunikasi data dan keamanan jaringan baik LAN maupun WAN
·                  Menguasai konsep dan desain infrastruktur jaringan dan troubleshooting-nya
·                  Menguasai desain, instalasi dan terminasi media jaringan seperti kabel tembaga/UTP, fiber optic, Wireless communication dll
·                  Menguasai setting, pemanfaatan dan troubleshooting perangkat jaringan seperti router, switch, firewall, proxy, modem dll
·                  Memahami instalasi dan setting PC dan server yang bisa digunakan dalam infrastruktur jaringan seperti domain controller, proxy, filrewall, mailserver dll
·                  Menguasai secara teknis dan praktis mengenai keamanan jaringan / system
Latar Belakang :
Teknik komputer, Teknik elektro (pemusatan studi komputer atau telekomunikasi).
4.      System Support / Technical Support
Para profesional di bidang ini diperlukan untuk memberikan dukungan teknis terhadap produk berupa software atau hardware yang telah atau akan diimplementasikan. Selain itu, seorang system support / technical support harus dapat melakukan troubleshooting bila terjadi gangguan terhadap system. Salah satu hal yang perlu di perhatikan adalah, kadang kala seorang system support harus bekerja secara shift pagi dan malam untuk me-maintain sistem yang harus berjalan 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
Job Description :
·                  Memelihara dan memastikan sistem yang ada berjalan dengan baik
·                  Instalasi sistem baik hardware maupun software
·                  Troubleshooting dan perbaikan system
·                  Memberikan pelatihan ke para pengguna sistem
Keahlian yang Diperlukan :
·                  Menguasai instalasi & setting computer
·                  Memahami konsep dasar networking dan troubleshooting-nya
·                  Memahami insalasi & troubleshooting hardware / software tertentu (tergantung apa yang di-support)
Latar Belakang:
Teknik komputer, Teknik elektro (pemusatan studi komputer).
5.      System Engineer / Administrator
Profesi System Engineer / System Administrator (biasa disingkat Sys Admin) adalah profesi yang mirip dengan network engineer tetapi dituntut memiliki pengetahuan lebih detail dalam hal desain dan administrasi server-server yang ada di suatu jaringan internal. Seseorang dengan posisi ini akan diserahi tanggung jawab untuk memastikan system (hardware, software dan jaringan komputer) di suatu perusahaan berjalan desuai harapan dan memegang kunci pasword utama jaringan internal perusahaan (Administrator). Serifikasi untuk profesi ini contohnya adalah MCSE untuk platform Microsoft Windows.
Job Description :
·                  Mendesain dan membangun sistem dan jaringan komputer terutama dalam hal teknologi server dan konektifitasnya baik LAN maupun WAN
·                  Memberikan solusi terbaik dalam hal pemilihan dan teknologi server dan software yang digunakan dalam hal efisiensi, reliability, security dan aspek-aspek lain yang terkait
·                  Memastikan/memaintain suatu jaringan internal (baik LAN maupun WAN) dapat berfungsi dengan baik.
Keahlian yang Diperlukan :
·                  Memahami konsep dan desain infrastruktur jaringan dan troubleshooting-nya
·                  Mamahami setting dan instalasi tentang perangkat aktif jaringan seperti router, switch, hub, firewall dll.
·                  Menguasai secara mendalam salah satu atau beberapa platform / network operating system untuk membangun suatu domain yang aman dan terintegrasi, contohnya seperti “Active Directory” untuk platform windows.
·                  Menguasai secara mendalam tentang instalasi, setting dan troubleshooting PC dan server yang bisa digunakan dalam infrastruktur jaringan seperti domain controller, proxy, filrewall, mailserver, DNS dll
·                  Menguasai secara teknis dan praktis mengenai keamanan jaringan / system
Latar Belakang:
Teknik komputer, Teknik elektro (pemusatan studi komputer atau telekomunikasi).

6.      System Analyst
Seorang system analyst di satu sisi diharuskan memiliki keahlian dalam menganalisis proses bisnis (problem domain) untuk dapat menghasilkan sebuah SRS (software Requiremant Spesification) dan di sisi lain menguasai aspek technical dan implementasinya dalam software aplikasi (solution domain) untuk dapat menghasilkan DDD (Detailed Design Document). Seorang system analyst biasanya berangkat dari seorang programmer yang sudah mahir dan berpengalaman dalam software development. Kemampuannya dalam menangkap requirement dan proses bisnis, ketajaman analisis mengenai celah-celah dalam sistem serta kemampuan merekomendasikan solusi terbaik secara technical sangat diperlukan dalam mengembangkan software yang berkualitas dan dapat bermanfaat untuk meningkatkan kinerja proses bisnis suatu organisasi.
System analyst bekerja pada tahap requirement dan design, walaupun kadangkala juga diperlukan untuk menyeberang dari tahap requirement dan design ke tahap construction/implementaion (coding/programming). Tentunya ini wajar karena biasanya seorang system analyst dahulunya juga seorang programmer. Tetapi seorang yang benar-benar diposisikan sebagai system analyst, tugas utamanya adalah membuat requirement dan desain software.
Job Description :
·                  Membangun/mengembangkan software terutama pada tahap requirement, design dan sebagian dalam tahap construction/implementation
·                  Membuat dokumen requiremant dan desain software berdasarkan proses bisnis customer/client
·                  Membuat proposal dan mempresentasikannya di hadapan stake holder / customer / client
·                  Membuat desain database bila aplikasi yang akan di bangun memerlukan database
·                  Membangun/mengembangkan framework/library untuk digunakan dalam pengembangan software oleh programmer
Keahlian yang Diperlukan:
·                  Menguasai hal-hal yang dikuasai programmer
·                  Menguasai metode, best practice pemprograman dan tool/pemodelan pemprograman seperti OOP, design pattern, UML (kemampuan membangun/mendesain)
·                  Menguasai SQL, ERD dan RDBMS secara lebih mendalam
·                  Memahami tentang arsitektur aplikasi dan teknologi terkini
Latar Belakang :
Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Matematika pemusatan studi Komputasi.

7.      Programmer/Developer
Profesi programmer/developer adalah profesi yang paling sering terdengar, karena profesi ini sudah ada sejak diciptakannya komputer itu sendiri. Profesional dalam bidang software development dan consulting umumnya pernah meniti karir sebagai seorang programmer. Keahlian dalam algoritma dan penguasaan terhadap salah satu atau beberapa bahasa memprograman mutlak diperlukan oleh seorang programmer. Programer adalah profesi inti dan tulang punggung dalam software development karena tidak akan terwujud sebuah software aplikasi tanpa adanya programmer, sedangkan tanpa didukung profesi lainnya, seorang programmer dapat membuat sebuah aplikasi yang berguna walaupun dengan cakupan terbatas.


Job Description :
·                  Membangun/mengembangkan software terutama pada tahap construction dengan melakukan coding dengan bahasa pemprograman yang ditentukan
·                  Mengimplementasikan requiremant dan desain proses bisnis ke komputer dengan menggunakan algoritma /logika dan bahasa pemprograman
·                  Melakukan testing terhadap software bila diperlukan
Keahlian yang Diperlukan:
·                  Menguasai Algoritma dan logika pemprograman (ini penting sekali)
·                  Memahami metode, best practice dan tool/pemodelan pemprograman seperti OOP, design pattern, UML (kemampuan membaca dan menerapkan)
·                  Menguasai salah satu atau beberapa bahasa pemprograman populer seperti C++, VB, PHP, C#, Java, Ruby dll (untuk web developer perlu juga menguasai HTML, DHTML, CSS, JavaScript dan AJAX)
·                  Memahami RDBMS dan SQL (Structured Query Language)
·                  Menguasai bahasa Inggris (hal ini sangat penting saat ini karena bahasa en-US merupakan bahasa ibu di dunia IT)
Latar Belakang
Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Matematika pemusatan studi Komputasi

8.      Software Quality Assurance Engineer
Software Quality Assurance (SQA) engineer mungkin agak jarang terdengar di dunia kerja. Hal ini mungkin karena di Indonesia belum banyak lowongan kerja yang mencantumkan posisi ini. Bila anda pernah mendengar posisi “Software Tester”, maka itu termasuk dalam profesi ini. Salah satu tugas SQA engineer memang melakukan testing terhadap software, tetapi bukan itu saja sebenarnya pekerjaan profesi ini. Dalam perusahaan software development yang cukup mapan dan telah menangani banyak proyek besar, SQA engineer sangat diperlukan terutama untuk menghasilkan software yang berkualitas. Tugas SQA engineer diantaranya adalah melakukan “quality assurance” (QA) dan “quality check” (QC) terhadap software. Pengembangan software harus sesuai dengan prosedur standar yang telah ditetapkan (QA) dan harus melalui proses testing (QC) yang sesuai. Di sinilah tugas SQA engineer untuk memonitor proses software development dan memperbaiki standar yang ada (improve) bila masi memiliki kelemahan.
Job Description  :
·                  Memonitor jalannya proyek software development apakah sudah sesuai dengan standar dan prosedur yang ada
·                  Merancang dan membuat test case / skenario software testing
·                  Melakukan testing sesuai dengan test case / scenario
·                  Merumuskan dan merancang peningkatkan efisiensi dan efektifitas standar proses yang digunakan
Keahlian yang Diperlukan:
·                  Menguasai hal-hal yang berhubungan dengan software testing (test plan, test case, testing automation, functionality testing, regression testing dll)
·                  Memahami tentang perinsip kerja software sesuai dengan platformnya masing-masing
·                  Memahami tentang SDLC dan metodologi software development seperti RUP, Agile, XP, Scrum dll
·                  Memahami standarisasi seperti CMMI
·                  Menguasai penulisan dokumen dan komunikasi verbal dengan baik (dalam bahasa Inggris dan Indonesia)
Latar belakang :
Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika

9.       User Interface Designer
Mungkin anda agak jarang mendengar nama profesi seperti ini karena memang istilah ini jarang digunakan. Ada iklan lowongan pekerjaan yang menggunakan istilah “User Interface Designer”, tetapi lebih sering digunakan istilah “Web Designer” untuk posisi tersebut. Profesi ini memang agak sedikit berbeda dengan profesi-profesi sebelumnya karena orang-orang sukses di bidang ini umumnya memiliki bakat seni sekaligus kemampuan technical. Seorang user interface designer harus dapat membuat desain web yang manis, serasi, user friendly tetapi tetap efisien karena Internet memiliki bandwidth yang terbatas. Karena profesional di bidang ini lebih sering dipekerjakan dalam web development, maka profesi ini lebih sering disebut sebagai web designer. Selain menguasai programming terutama web programming, seorang web designer juga harus menguasai tools dalam image design dan animasi seperti produk-produk Adobe/Macromedia, Corel dll. Dalam web development, user interface designer bekerja bahu-membahu dengan web programmer/developer untuk menghasilkan aplikasi web yang baik dalam hal tampilan dan fungsionalitas. Tampilan yang baik, menarik dan user friendly akan membuat aplikasi web tersebut dinilai lebih bermutu.
Job Description  :
·                  Mendesain user interface agar menarik dan serasi secara visual dan user friendly
·                  Mendesain image/gambar/animasi yang akan digunakan di tampilan user interface (UI) software aplikasi
·                  Keahlian yang Diperlukan:
·                  Memiliki bakat/minat di seni rupa / desain visual
·                  Memahami dasar-dasar pemprograman baik web maupun secara umum
·                  Menguasai scripting untuk user interface seperti seperti HTML, DHTML, CSS, JavaScript, action script, XAML dll.
·                  Menguasai tools manipulasi image dan animasi

10.  Database Administrator (DBA)
Profesi Database Administrator (DBA) terkait erat dengan programmer dan system analyst. Seorang DBA biasanya pernah menjadi seorang programmer tetapi pekerjaannya lebih sering berkaitan dengan database. Perbedaannya dengan database application programmer adalah seorang DBA memiliki keahlian lebih mendalam dalam hal desain, optimasi dan manajemen RDBMS (Relational Database Managemant System) tertentu seperti Oracle, SQL Server, MySQL dll. Tentunya penguasaan terhadap SQL (Structured Query Language) mutlak diperlukan. DBA harus memiliki keahlian menterjemahkan requirement proses bisnis ke obyek-obyek dalam database seperti tabel, query\view dan stored procedure disamping keahliannya dalam optimasi database seperti tuning, indexing, clustering, backup data, maintain high availability dan sebagainya.
Salah satu tugas sehari-hari seorang DBA adalah memaintain database baik produksi, backup maupun development dalam perusahaan yang membutuhkan aplikasi database berskala besar untuk operasionalnya sehari-hari. Karena itu selain hal-hal yang berhubungan dengan software, seorang DBA juga perlu memahami beberapa hal tentang hardware seperti teknologi server, storage devices dll agar dapat merekomendasikan database yang optimal.

Job Description  :
·                  Merancang dan membangun database dalam sebuah system
·                  Merekomendasikan solusi terbaik dalam implementasi database baik dalam hal software maupun hardware
·                  Memaintain database agar dapat berjalan dengan baik dan optimal

Keahlian yang Diperlukan:
·                  Menguasai ERD, SQL dan desain database secara mendalam
·                  Menguasai berbagai teknik optimalisasi/tuning, backup dan maintain database
·                  Menguasai secara mendalam salah satu atau lebih RDBMS beserta tools yang ada.
·                  Memahami tentang salah satu platform/bahasa pemprograman untuk mengakses database
·                  Menguasai teknologi server, storage, operating system yang berkaitan dengan implementasi database

IT Forensik


Sebelum kita membahas mengenai kasus maupun tools dan software TI forensic, saya akan menjelaskan mengenai apa itu TI forensic.
Menurut Wikipedia, IT forensic atau forensic computer atau forensic digital adalah cabang forensic, TI forensic berkaitan dengan penyelidikan insiden yang mencurigakan yang melibatkan IT sistem dan penentuan fakta-fakta dan pelaku akuisisi, analisis, dan evaluasi jejak digital dalam sistem computer.
Secara umum IT forensic adalah ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan (misalnya metode sebab-akibat).
IT forensic bertujuan untuk mendapatkan fakta-fakta obyektif dari sebuah insiden / pelanggaran keamanan sistem informasi. Fakta-fakta tersebut setelah diverifikasi akan menjadi bukti-bukti envidence yang akan digunakan dalam proses hukum.
Tools atau perangkat forensic adalah perangkat lunak yang dibuat untuk mengakses data. Perangkat ini digunakan untuk mencari berbagai informasi dalam hard drive, serta menjebol password dengan memecahkan enkripsi. Yang digunakan pada IT forensic dibedakan menjadi 2 yaitu hardware dan software. Dilihat dari sisi hardware, spsifikasi yang digunakan harus mempunyai kapasitas yang mumpuni seperti :
•               Hardisk atau storage yang mempunya kapasitas penyimpanan yang besar,
•               memory RAM antara (1-2 GB),
•               hub.sitch atau LAN, serta
•               Laptop khusus untuk forensic workstations.
Jika dilihat dari sisi software yang digunakan harus khusus dan memiliki kemampuan yang memadai untuk melakukan IT forensic seperti :
•               Write-Blocking Tools untuk memproses bukti-bukti
•               Text Search Utilities (dtsearch) berfungsi sebagai alat untuk mencari koleksi dokumen yang besar.
•               Hash Utility ( MD5sum) berfungsi untuk menghitung dan memverifikasi 128-bit md5 hash, untuk sidik jari file digital.
•               Forensic Acqusition tools (encase) digunakan oleh banyak penegak hokum untuk investigasi criminal, investigasi jaringan, data kepatuhan, dan penemuan elektronik.
•               Spy Anytime PC Spy digunakan untuk memonitoring berbagai aktifitas computer, seperti : seperti: website logs,keystroke logs, application logs, dan screenshot logs.



Ada 4 tahap dalam Komputer Forensik menurut Majalah CHIP
1. Pengumpulan data
Pengumpulan data bertujuan untuk meng i den tifikasi berbagai sumber daya yang dianggap penting dan bagaimana semua data dapat terhimpun dengan baik.
2. Pengujian
engujian mencakup proses penilaian dan meng-ekstrak berbagai informasi yang relevan dari semua data yang dikumpulkan. Tahap ini juga mencakup bypassing proses atau meminimalisasi berbagai feature sistem operasi dan aplikasi yang dapat menghilangkan data, seperti kompresi, enkripsi, dan akses mekanisme kontrol. Cakupan lainnya adalah meng alokasi file, mengekstrak file, pemeriksanan meta data, dan lain sebagainya.
3. Analisis
Analisis dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan sejumlah metode. Untuk memberikan kesimpulan yang berkualitas harus didasarkan pada ketersediaan sejumlah data atau bahkan sebaliknya, dengan menyimpulkan bahwa “tidak ada kesimpulan”. Hal tersebut sa ngat dimungkinan kan. Tugas analisis ini mencakup berbagai kegia tan, seperti identifikasi user atau orang di luar pengguna yang terlibat secara tidak langsung, lokasi, perangkat, kejadiaan, dan mempertimbangkan bagaimana semua komponen tersebut saling terhubung hingga mendapat kesimpulan akhir.
4. Dokumentasi dan laporan
Mengingat semakin banyak kasus-kasus yang terindikasi sebagai cybercrime, maka selain aspek hukum maka secara teknis juga perlu disiapkan berbagai upaya preventif terhadap penangulangan kasus cybercrime. Komputer forensik, sebagai sebuah bidang ilmu baru kiranya dapat dijadikan sebagai dukungan dari aspek ilmiah dan teknis dalam penanganan kasus-kasus cybercrime.
Kedepan profesi sebagai investigator komputer forensik adalah sebuah profesi baru yang sangat dibutuhkan untuk mendukung implementasi hukum pada penanganan cybercrime. Berbagai produk hukum yang disiapkan untuk mengantisipasi aktivitas kejahatan berbantuan komputer tidak akan dapat berjalan kecuali didukung pula dengan komponen hukum yang lain. Dalam hal ini computer forensik memiliki peran yang sangat penting sebagai bagian dari upaya penyiapan bukti-bukti digital di persidangan.
Secara umum Audit IT adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan proses penelahan dan evaluasi pengendalian-pengendalian internal dalam EDP. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan istilah lainnya adalah untuk menjelaskan pemanfaatan komputer oleh auditor untuk melaksanakan beberapa pekerjaan audit yang tidak dapat dilakukan secara manual. Jenis aktivitas ini disebut audit dengan komputer.
Audit IT sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi.

Secara umum, pekerjaan dibidang teknologi informasi setidaknya terbagi dalam 4 kelompok sesuai bidangnya :
a.    Kelompok pertama,
mereka yang bergelut didunia perangkat lunak (software), baik mereka yang merancang system operasi database maupun system aplikasi, pada lingkungan ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti misalnya :
• Sistem analis,
meruakan orang yang bertugas menganalisa system yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa system yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakandan desai system yang akan dikembangkan.
• Programmer,
merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan system analis, yaitu membuat program (baik aplikasi maupun system operasi) sesuai dengan system yang dianalisa sebelumnya .
• Web Designer,
merupakan orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisi dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.
• Web Programer,
merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer, yaitu membuat program berbasis web sesuai dengan desain yang telah dirancang sebelumnya.

b.    Kelompok kedua,
mereka yang bergelut dibidang perangkat keras (hardware). pada lingkungan ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :
• Technical engineer,
orang yang berkecimpung dalam bidang teknik, baik dalam pemeliharaan maupun dalam perbaikan perangkat system computer.
• Networking engineer,
orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan computer dari maintenance sampai pada troubleshootingnya.

c.    Kelompok tiga,
mereka yang berkecimpung dalam operasiaonal sisteminformasi. pada lingkungan ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :
• EDP Operator,
orang orang yang bertugas mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan elektronik data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atauorganisasi lainnya.
• System administrator,
orang yang bertugas melakukan administrasi dalam system, melakukan pemeliharaan system, memiliki kewenangan mengatur hak akses terhadap system, serta hal-hal yang berhubungan dengan pengaturan operasional dalah sebuah system.
• Mis director,
orang yang memliki wewenang paling tinggi dalam sebuah sisem informasi, melakukan manajemen terhadap sisem tersebut secara keseluruhan baik perangkat keras, perangkat lunak maupun sumber daya manusianya.

d.    Kelompok empat,
mereka yang berkecimpung di pengembangan bisnis teknologi informasi.pada bagian inipekerjaan diidentifikasikan oleh pengelompokan kerja diberbagai sector diindustri teknologi informasi.

Rangkuman Materi Softkill Bahasa Indonesia 2



Rangkuman Materi Softskill

Sitasi
Sitasi adalah daftar pustaka dari sejumlah dokumen yang dirujuk atau yang dikutip oleh sebuah dokumen dan setiap daftar pustaka dokumen tersebut dimuat dalam bibliografi dokumen yang mengutip, yang secara khusus  mengkaji  pengarang dan karya-karya lain. Bisa juga di definisikan untuk  menunjukkan asal-usul atau sumber suatu kutipan, mengutip pernyataan atau menyalin/mengulang pernyataan seseorang dan mencantumkannya di dalam suatu karya tulis yang dibuat, namun tetap mengindikasikan bahwa kutipan tersebut itu adalah pernyataan orang lain.
Konsep Sophia (2002 : 3) menyatakan bahwa arti sitasi atau citation adalah:
1.      Action of any word or written passage, quotation
2.      A reference to a passage in a book
3.      To cie (a book, atu etc) for a particular statemen or passage.
4.      To copy or repeat ( a passage, statement, etc) from book, document, speech, etc with some indication that one is giving a word of another.

Menurut Hartinah ( 2002 : 1) “Analisis sitiran adalah penyelidikan melalui data sitiran dari suatu dokumen, baik dokumen yang disitir maupun dokumen yang menyitir.  Hartinah (2002 : 2) Menyatakan bahwa pada kajian bibliometrika banyak digunakan analisis sitiran sebagai cara untuk menentukan berbagai kepentingan atau kebijakan seperti:
1.      Evaluasi program riset.
2.      Penentuan ilmu pengetahuan.
3.      Visualisasi suatu disiplin ilmu.
4.      indikator iptek.
5.      faktor dampak dari suatu majalah (journal impact factor).
6.      Kualitas suatu majalah.
7.      Pengembangan koleksi majalah, dan lain–lain.

Sulistyo–Basuki (1998 : 6) menyatakan bahwa:
Analisis sitiran digunakan untuk mengukur pengaruh intelektual ilmuwan dari pengarang yang disitir, karena beberapa studi sitiran literatur digunakan untuk mengetahui karakteristik komunikasi ilmu pengetahuan dan banyak aspek kualitatif dari penelitian dan publikasi

Garfield dalam Hartinah (2002 : 3) bahwa “analisis sitiran banyak digunakan dalam kajian bibliometrika karena jelas mewakili subjek yang diperlukan, tidak memerlukan interpretasi, valid dan reliable”.
Dalam menggunakan kajian analisis sitiran, masalah yang perlu dipertimbangkan adalah:
1.      Hanya penulis utama yang menjadi perhatian
2.      Penulis yang mempunyai nama sama, bidang sama dibutuhkan.
3.      Jenis sumber dokumen (artikel, makalah, dan lain–lain).
4.      Tidak dibatasi oleh waktu.
5.      Untuk bidang yang multi disiplin, kesulitan untuk analisis subjek

Dari definisi diatas menyimpulkan bahwa Sitasi benar–benar dibutuhkan dalam menghasilkan suatu karya tulis karena dapat membantu argumen peneliti melalui teori terkait dengan literatur, dan membantu pembaca untukme mebedakan antara ide. Atau juga  bagian dari kajian bibliometrika dan yang dikaji adalah dokumen yang disitir dengan dokumen yang menyitir pada sebuah karya ilmiah. Aspek yang dikaji dalam analisis sitiran disesuaikan dengan kebutuhan peneliti atau penulis yang bersangkutan.

Guha dalam Elita (2008 : 5) menyebutkan beberapa penggunaan sekunder sitiran:
1.      Dipergunakan sebagai bibliografi.
2.      Mempersiapkan daftar peringkat majalah.
3.      Dipergunakan sebagai daftar peringkat.
4.      Mengetahui hubungan penggunaan berbagai bentuk dokumen.
5.      Mengetahui umur penggunaan dokumen.
6.      Mengetahui keterhubungan dan keterkaitan subjek–subjek.
7.      Mengetahui asal–usul atau akar dari subjek ilmu.
8.      Kajian sitiran dari abstrak/indeks.

Database
Database atau yang biasa disebut dengan basis data adalah kumpulan atau satuan informasi yang disimpan didalam komputer secara sistematik dan dapat diperiksa dengan menggunakan program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Asal mula database yaitu berawal dari ilmu komputer itu sendiri. 

Konsep dasar database adalah kumpulan dari beberapa catatan dan pengetahuan yang disatukan menjadi sebuah database tersebut. Database memiliki data yang terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan didalamnya. Model yang umum dari database adalah model relasional, model relasional yang berarti hubungan, yang didalamnya terdapat baris dan kolom.
Database dapat dibuat dan diolah menggunakan program komputer yaitu biasa disebut dengan perangkat lunak atau software. Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil query (database) disebut Database Management System (DMBS) atau jika diterjemakah yang berarti sistem manajemen basis data.

Pembagian database menurut jenisnya:
Basis data flat-file. Basis data flat-file ideal untuk data berukuran kecil dan dapat dirubah dengan mudah. Pada dasarnya, mereka tersusun dari sekumpulan string dalam satu atau lebih file yang dapat diurai untuk mendapatkan informasi yang disimpan. Basis data flat-file baik digunakan untuk menyimpan daftar atau data yang sederhana dan dalam jumlah kecil. Basis data flat-file akan menjadi sangat rumit apabila digunakan untuk menyimpan data dengan struktur kompleks walaupun dimungkinkan pula untuk menyimpan data semacam itu. Salah satu masalah menggunakan basis data jenis ini adalah rentan pada korupsi data karena tidak adanya penguncian yang melekat ketika data digunakan atau dimodifikasi.
Basis data relasional. Basis data ini mempunyai struktur yang lebih logis terkait cara penyimpanan. Kata "relasional" berasal dari kenyataan bahwa tabel-tabel yang berada di basis data dapat dihubungkan satu dengan lainnya. Basis data relasional menggunakan sekumpulan tabel dua dimensi yang masing-masing tabel tersusun atas baris (tupel) dan kolom (atribut). Untuk membuat hubungan antara dua atau lebih tabel, digunakan key (atribut kunci) yaitu primary key di salah satu tabel dan foreign key di tabel yang lain. Saat ini, basis data relasional menjadi pilihan karena keunggulannya. Beberapa kelemahan yang mungkin dirasakan untuk basis data jenis ini adalah implementasi yang lebih sulit untuk  data dalam jumlah besar dengan tingkat kompleksitasnya yang tinggi dan proses pencarian informasi yang lebih lambat karena perlu menghubungkan tabel-tabel terlebih dahulu apabila datanya tersebar di beberapa tabel.

Tabel, Grafik dan Narasi
Tabel merupakan daftar yang berisi sejumlah besar data informasi yang biasanya berupa kata-kata atau bilangan yang disusun secara bersistem urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah dicermati.
Sebuah tabel, diagram, grafik, dan bagan dapat dijadikan menjadi sebuah paragraf narasi yang disebut juga kegiatan menarasikan tabel, diagram, grafik, dan bagan. Menarasikan tabel dan diagram artinya  menceritak isi tabel dan diagram dengan menggunaan kalimat-kalimat yang tersusun menjadi sebuah paragraf.
Untuk dapat menarasikan tabel dan diagram, ikuti beberapa langkah yang ada di bawah ini!     
1.      Memahami isi grafik, tabel, diagram, dan bagan dengan saksama. Perhatikan judul, kolom, lajur, dan sumbernya.
2.      Mencatat pokok-pokok isi grafik, tabel, diagram, dan bagan.
3.      Menyimpulkan isi tabel, diagram, grafik, dan bagan.
4.     Menyusun kalimat-kalimat yang berisi tentang pokok-pokok isi grafik, tabel, dan diagram, dan bagan.
5.      Menghubungkan kalimat-kalimat menjadi paragraf yang baik dan padu.

Manfaat Tabel dan Diagram
Membaca tabel dan diagram yang disajikan, baik di media surat kabar, majalah, tabloid, maupun di televisi memiliki manfaat yang besar, terutama bagi pembacanya. Menunjukkan fakta dengan jelas dan mudah dipahami. Fakta  yang ditampilkan dalam tabel dan diagram  akan lebih jelas dan mudah dipahami oleh pembacanya jika dibandingkan dengan fakta yang ditulis menggunakan kalimat-kalimat  dalam sebuah paragraf. Hal ini disebabkan oleh bentuk tabel dan diagram disajikan dalam bentuk yang singkat dan padat, dan tidak ada kemungkinan hadirnya kalimat yang bertele-tele.

§  Menjadikan proses komunikasi lebih cepat dan menarik. Informasi yang dikemas dalam bentuk tabel dan diagram memang membuat proses komunikasi menjadi lebih cepat dan tentu saja menjadi lebih menarik. Jika dibandingkan dengan tulisan atau kalimat-kalimat, informasi dalam tabel dan diagram akan lebih cepat diserap/dipahami karena bentuknya yang lebih singkat. Selain itu, biasanya tabel dan diagram dikemas menggunakan berbagai bentuk dan warna yang menarik sehingga membuat seseorang tertarik untuk membacanya